Monday, February 27, 2012

Bintangku Terang kok...



Hari ini sungguh melelahkan. Huhhhhhh…capek sekali nih badan, berangkaat pagi, pulang malem. Dipikir-pikir, sepertinya aku dan teman-temanku di SMA Alfa Centauri adalah remaja-remaja yang tak tersentuh hangatnya belaian sang surya di pagi hari, tak tersengat teriknya matahari di siang hari, apalagi menikmati pesona tenggelamnya di sore hari. “Aarrrggghhh…lembayung senjaku, telah lama aku tak menengokmu.”
Mungkin kini aku perlu meminta maaf pada sang surya, dialah ciptaan Alloh yang telah lama aku tak pikirkan, dialah yang menyaksikan sepak terjangku selama ini.

Tau kah kau wahai diri, aku telah lama membawamu berjalan di bumi Alloh, melangkah dengan cepat, gontai, terlunta-lunta…manis, getir, senyum, cemberut. Kau merasakan, bukan?? Semua kulakukan sebagai kewajibanku membahagiakanmu, aku ingin kau sayang padaku. Menggapai bintang paling terang untukmu.

***
Alcent…
Asrama Alfa Centauri, tempatku bersemayam untuk tiga tahun kemarin, tempat bersejarah dalam kisah petualanganku selama ini. Di sinilah budaya mengantri menjadi cerita. Sebelum terlelap, kami saling daftar mengantri mandi untuk esok pagi. Masuk sekolah jam 06.30 memaksa siswa antrian pertama untuk mandi dini hari. Weissssss…kebayang dong, betapa dinginnya air bak kami (?) Bandung di pagi hari sungguh membuat bulu kuduk merinding. Rela tak rela, godaan selimut harus dihempaskan.

Kini aku duduk di bangku kelas XII. Gedung sekolahku saat ini bukan lagi kutempuh dengan langkah kaki. Angkot Cicaheum-Ciroyom kini berjumpa denganku tiap hari, 06.00 aku berangkat dari asrama, Isya aku kembali. Di sekolah inilah aku mengenal apa itu PTN, PTS, SNMPTN. Istilah-istilah yang tak asing lagi di telinga. Yahh…saat inilah waktu ‘penggemblengan’ yang paling top di sekolahku. Libur semester pun tak libur, Sabtu quiz, Minggu TO, seminggu full diri ini kubawa menjalani rutinitas mantap. Super sibuk dehh pokoknya mah.

Eskalator kehidupan terus berjalan, jika ku tak tahu bintang untuk diriku telah dekat, mungkin aku kan berhenti karena kaki ini selalu memelas untuk melepas tugas. Sekali lagi, bahwa cahaya bintang melambai-lambai di pelupuk mata ini, kaki ini terus aku bawa meniti hari, tajamnya kerikil, panasnya pasir, tak kuhiraukan lagi meski kaki semakin terluka. Sekali lagi, bintang ada di depanku, 5 cm dari pelupuk mata.

Special thankz tuk almamaterku, SMA ALFA CENTAURI Bandung. :)

Wednesday, February 22, 2012

PADA SUATU HARI NANTI [Sapardi Djoko Damono]


pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari

Tuesday, February 21, 2012

Serpihan Rindu



Wah-wah…macet bener nih jalan. Emang udah tradisi sih,lima hari setelah lebaran pasti macet banget. Nyampe Jatinangor jam berapa nih?? Pikirku dalam kepala. Daripada diem, mendingan aku baca hasil ketikanku pas liburan. Hehehe…semoga ajja ada yang mau nerbitin hasil karyaku.

Kulirik kantong tas kecilku dengan penuh semangat. Kuambil lembaran print-an tersebut…
“ “…”Emak, katanya abah mau pulang? Sekarang udah lebaran lewat tiga hari, tapi kok abah ga dateng-dateng, Mak??”
“Kita tunggu ajja ya, Rindu! Abah pasti ga akan boongin kita.”
“Oh Rindu, ga hanya kamu yang menanti kedatangan abah, emak pun tak kuasa menahan kerinduan ini.” Bisikku dalam hati..

Kang Masku, dimana kah kau kini? Tiap Lebaran kau janji kan pulang, tapi selalu kau batalkan. Kang Mas, lupa kah kau padaku? Wanita yang dulu kau kejar-kejar, wanita yang rela meninggalkan keluarganya demi cinta, wanita yang kau pinang dengan fatihah. Lupa kah kau, Kang Mas?!!

Apa gerangan yang membuatmu sungguh betah tinggal di rantau? Adakah kau mempunyai penggantiku? Yang selalu mendampingimu, menyiapkan sarapanmu, mencucikan pakaianmu, menemanimu dalam gelap malam. Adakah?? Sungguh kau tak berperasaan, sungguh kau kejam, sungguh aku tak rela, Kang Mas!!!

Dulu kau janji kan selalu di sampingku, menjagaku, membelai rambutku, tapi…
sampai lima tahun ini, semuanya hanya mimpi bagiku, Kang Mas. Aku hanya hidup dalam kesendirian, berteman sepi dan berkemul rindu. Hanya buah hati kitalah yang mampu membuatku tersenyum. Buah hati yang terlahir tanpa kehadiran sosok ayah di sampingnya, tahu kah kau, lima jam setelah langkahmu enyah dari pandanganku, buah hati kita terlahir ke dunia yang penuh tipuan ini. Lima jam, Kang Mas…sungguh miris bukan??

Aku meringis menahan sakit, berjuta peluh di dahi menghiasi wajahku yang semakin layu. Aku menjerit melepas kepergianmu, mengingatmun yang tak ada di sampingku, kau membiarkanku berjuang seorang diri. Sungguh kau tega!!!

Lima jam, waktu yang lama kah untuk menjemput sebuah kebahagiaan???
Ngilu aku mengingatnya, Kang Mas…

Aku merindukanmu, aku membutuhkanmu, aku telah lelah mendayung perahu kecil kita seorang diri, berkali-kali badai menghantam perahu kita, berkali-kali pisau bajak laut menghunus perahu kita. Aku butuh kau, Kang Mas…

Benar kah kata orang, kau hanya mempermainkanku? Membohongiku dengan kata? Menipuku dengan cinta? Benar kah??
Aku sungguh mencintaimu, kau pun mencintaiku kan??? Kau tak’kan pernah mengkhianatiku kan, Kang Mas??”
“Mak!!! Kapan kita libulan? Emak kan dah janji, katanya kalau Lindu shaumnya tamat, Emak mau ngajak Lindu libuaran ke pantai.” Suara lembut anakku telah membangunkanku dari dunia lamunan.
“Apa, Sayang?” pura-puraku menanggapi pertanyaannya.
“Emak ga denger?? Emak ngelamun telus sih… Lindu cuma nanya, Emak udah makan belum. Gitu, Mak.”
“Oh anakku, maafkan emakmu ini, sungguh malang nasibmu, Rindu…”

Ibu mana yang tak menangis mengetahui anaknya menyembunyikan hal yang membuatnya bahagia. Ibu mana yang tak menangis melihat buah hatinya tumbuh tanpa kehadiran sang ayah. Ibu mana yang tak menangis melihat buah hatinya berpangku tangan, melamun menginginkan kebahagiaan. Ibu mana yang tak menangis melihat lirikkan anaknya menginginkan mainan.
Oh kehidupan… betapa kejamnya dirimu merampas kebahagiaan anakku, mengkebiri masa kecil buah hatiku. Sungguh kau begitu kejam!!!
Ya Rab…kuatkanlah lahir dan batin padaku dan Lindu

Pantai Selatan
“Mak, naek pelahu yuk! Lindu pengen liat kula-kula.” Pinta anakku dengan wajah penuh harap, tak kuasa aku menolaknya.
Kubiarakan kedua telapak tanganku menyapu dinginnya air laut Pangandaran, ingin kulepaskan beban-beban kehidupan yang telah lama aku genggam, tak sanggup jika kuharus terus menggenggamnya dengan telapak tangan yang sunggung telah kering. Tak sengaja, sebuah botol air mineral kini telah kugenggam.
“Ya Allah, di mana-mana ada ajja yang namanya sampah berserakan, di darat, di laut, uuhhh…ada semuanya, ya Pak?!” tanyaku pada pemandu perahu.

“Oh ya iyalah, Neng, sampah di hati pun ada kan? Hehehe… ikh, da bapa mah sok rada bingung da, Neng, kunaon nya, Indonesia teh ceuk di tipi mah negara number hiji nu mayoritas Islam, apan ceuk Islam teh ‘Kabersihan eta adalah sebagian ti iman’ kitu lin, Neng? Ehhh, ai pek teh, eweuh pisan bersih-bersihna yeuh Indonesia. Sampah bekas dahareun akeh, uhh…komo deui tah sampah-sampah politikus, meuni eweuh kaera ngadahar duit rakyat. Bapa mah meuni nyeri hate da, Neng, beneran da, bapa mah moal redo, ke bakalan bapa tagih di aherat.”
“Ooowww…ini si bapak, subhanallah lah. No comment, Pak.” Celetukku dalam hati
Tapi…sampah yang kulihat saat ini sungguh berbeda, jantungku berdetak begitu kencang, tak terasa, butiran mutiara telah membasahi pipiku yang telah kupoles dengan bedak begitu tebal untuk menutupi goresan mutiara yang semalam.
CintaJ yah, kata itu yang terbaca dari dalam botol.
Cinta…
Oh Tuhan…itu panggilan Kang Mas untukku. Kang Masku yang tlah lama tak jua kembali.
Tak sabar ingin kubuka botol itu,

Bismillah…
Teruntuk: Cintaku dan mungkin buah hatiku yang telah lahir ke dunia
assalamu’alaikum…
Cinta, apa kabar Sayang? Betapa kurindu wajah teduhmu, lembutnya kulitmu, rayu manjamu, hangatnya dekapmu, sorot matamu yang sungguh menawan, desahmu yang mengagumkan, kasih dan sayangmu yang senantiasa menyelimuti hariku. Sungguh…betapa kurindu dirimu.
Tahu kah engkau, Cinta…aku membawakan pesananmu sepulangku dari rantau. Besok aku akan kembali, kembali pada dekapanmu, Cinta.
Tunggu aku di depan taman bahagia kita!!!
Pencuri hatimu
Kang Mas
Deg!!!
Perahu yang kini kutumpangi, oleng, basah, dan…pandanganku…
Gelap……………………..””
Tak terasa, Alhamdulillah nyampe juga aku di Jatinangor, aaarrrggghhh…tinggal kukirimin nih print-an. Semoga ajja mimpiku tahun ini tercapai, ceritaku diterbitin. Hahahaahhhhhh
Aamiin…



Miss Fatima Kazue (Jepang)_ Mengapa Memilih Islam Miss Fatima Kazue (Jepang)


Sejak terjadinya perang dunia ke-II, saya telah kehilangan kepercayaan kepada agama kami, yakni sejak saya menjalankan kehidupan secara Amerika. Saya merasa ada sesuatu yang terlepas dari jiwa saya, akan tetapi saya bisa menentukan apa yang telah hilang itu, sedangkan jiwa saya tetap menuntut supaya saya menentukan apa yang hilang itu.

Adalah nasib baik bagi saya kenal dengan seorang Muslim yang sudah lama tinggal di Tokyo, dan cara hidup serta ibadahnya sungguh mengagumkan saya. Lalu saya tanya dia tentang beberapa masalah yang dijawabnya dengan jawaban yang cukup meyakinkan, memuaskan akal dan jiwa sekaligus. Dia memberitahukan kepada saya tentang bagamana seharusnya manusia hidup sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditentukan Allah s.w.t. Saya tidak membayangkan sebelumnya bahwa pandangan manusia akan berubah secepat apa yang saya alami dalam jiwa saya, ketika saya mengikuti dan menjalankan kehidupan secara Islam. Saya merasa bahwa saya setuju dengan Tuhan yang menciptakan saya.

Dengarlah penghormatan seorang Muslim: "Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh". Kalimat itu merupakan do'a memohonkan keselamatan dari Allah, do'a mohon kebahagiaan yang abadi. Ini sangat berbeda dengan kata-kata "good morning" dan "good afternoon", suatu penghormatan yang hanya secara sederhana mengharapkan kebaikan pagi dan sore, di dalamnya tidak terkandung harapan yang kekal, tidak pula mengandung do'a kepada Allah agar melimpahkan rahmat dan berkah-Nya.

Sahabat saya yang Muslim itu mengajarkan kepada saya tentang banyak hal yang harus diimani oleh setiap Muslim serta peribadatan yang harus ditunaikan. Saya.amat tertarik oleh cara hidup menurut ajaran Islam, kebersihannya, keluasannya dan kebiasaannya mengucapkan salam.

Saya yakin sepenuhnya bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang bisa menjamin keselamatan dan ketentraman hidup seseorang dan masyarakat secara merata. Hanya Islam sajalah yang memberikan keselamatan hakiki kepada alam kemanusiaan, berlaku dalam waktu yang lama dan membimbing rnereka kepada keamanan.

Berbahagialah saya, bahwa saya setuju dengan jalan keselamatan, dan saya sangat mengharap dapat menyebarluaskan Islam di kalangan bangsa saya, manakala saya menemukan jalan untuk itu.



Mengapa Kami Memilih Islam
Oleh Rabithah Alam Islamy Mekah
Alih bahasa: Bachtiar Affandie
Cetakan Ketiga 1981
Penerbit: PT. Alma'arif, Bandung

Sunday, February 19, 2012

Bumi Cinta




                                    Judul novel : Bumi Cinta
                                                Penulis : Habiburrahman El Shirazi
                                                Penerbit : Basmala
                                                Cetakan : Pertama, Maret 2010
                                                Tebal buku : 546 halaman
                                                Harga : Rp 50.000,-



Guncangan Iman

Bumi Cinta adalah novel yang bercerita tentang perjuangan seorang mahasiswa muda yang berusaha untuk selalu terhindar dari fitnah wanita. Muhammad Ayyas, dialah mahasiswa yang tengah mengadakan penelitian tentang kehidupan ummat Islam di Rusia pada masa pemerintahan Stallin. Rusia yang merupakan penganut terbesar seks bebas mengharuskan Ayyas menjaga keimanannya.
Ketika datang ke Rusia, Ayyas disambut oleh teman lamanya, David, yang juga telah mencarikannya sebuah apartemen yang sesuai dengan keuangan Ayyas dan dengan berbagai pertimbangan David, apartemen inilah yang paling pas dan paling aman untuk ditinggali oleh seorang Ayyas.

Di tempat inilah Muhammad Ayyas harus berjuang mempertahankan dinding keimanan yang selama ini telah ia bangun. Di tempat ini pula serangkaian masalah datang mewarnai kehidupannya. Tinggal satu atap dengan dua wanita jelita yang bukan mahramnya adalah hal pertama dan tak pernah terbayang dalam benaknya. Tiap hari Ayyas pasti bertemu dengan kedua wanita yang bernama Yelena yang merupakan pelacur kelas atas dan Linor, seorang pemain biola yang ternyata merupakan agen rahasia Mossad yang diam-diam merencanakan sebuah pengeboman di Hotel Metropole untuk memfitnah Ayyas yang seorang mahasiswa muslim.

Keteguhan Ayyas tidak hanya diuji di apartemennya saja. Dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosennya di Delhi tidak bisa melakukan bimbingan ke Ayyas karena sesuatu hal, dia menyerahkan tugas bimbingan ini kepada asistennya. Dan ternyata sang asisten adalah seorang gadis muda jelita bernama Anastasia, seorang penganut kristen ortodoks yang sangat taat. Interaksi yang intens antara sang asisten dengan Ayyas menimbulkan rasa simpati yang lebih di hati Anastasia kepada Ayyas. Ketertarikan itu pun kian hari kian menguat.

Dalam novel ini sosok Ayyas digambarakan sebagai seorang yang ditaksir sebagai pemuda nan sempurna. Hidupnya lurus-lurus saja, terlihat menyenangkan walaupun banyak ujian. Dalam novel ini tidak ditemukan konflik yang sedemikian hebat seperti yang dijumpai pada novel AAC (sosok Fakhri dipenjara di Mesir) dan novel KCB (sosok Furqon difitnah terkena virus HIV). Dalam novel Bumi Cinta, sosok Ayyas hanya hampir dipenjara.

Plot dalam novel ini serasa kurang “wah”, pada bagian pemfitnahan terhadap Ayyas saya kira akan terjadi peristiwa yang sangat besar dan menjadi klimaks novel ini, tapi ternayata perkiraan saya salah.
Novel ini dikemas dengan cerita yang menarik yang diselimuti nuansa dakwah. Penuh teka-teki yang sungguh tak terpikir oleh pembaca. Novel ini pun diselipi dengan peristiwa kelabu untuk ummat muslim, yaitu tentang kisah Sabra dan Sathila yang merupakan kisah pembantaian Zionis atas muslim Palestina.

Akhir kisah yang menggantung tentang keadaan Linor dan balasan cintanya dari Ayyas sangat membuat saya penasaran dan mengira-ngira sendiri. Novel ini sangat memberikan kenikmatan tersendiri bagi saya. Kang Abik pun sangat detail dalam menggambarkan keindahan Rusia, hal ini membuat saya seolah tenggelam dalam kisah Bumi Cinta.

Novel yang dibalut dengan nuansa Islami ini dapat menyadarkan kita akan kekuasaan Allah yang sering kita abaikan dalam menyukuri nikmat-Nya. Bumi Cinta sangat cocok untuk para remaja muslim yang akan pergi ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang sangat memusuhi Islam.



Wednesday, February 15, 2012

LEBIH BAIK??? Ohhh…TENTU

Seminggu yang lalu adalah hari yang begitu mengagumkan bagi sebagian orang, tidak hanya di Indonesia, itu adalah skala besar bagi manusia di dunia. Waww,,sudah barang tentu, itu adalah waktu pergantian tahun. Tak hanya di penjuru kota-kota di belahan dunia, di kampung-kampung pun, hari itu adalah hari yang besar. Kembang api penuh warna, petasan yang terus memekakkan telinga, pekikkan terompet yang syahdu bahkan menggelikan, semuanya benar-benar membuatku naik darah. Huhhhh…
Ssssssttttttt, tunggu!! Lihatlah kawan, di balik gelap gempitanya malam yang penuh kegelamoran, di balik kondisi sebagian manusia di belahan bumi ini yang sedang menikmati kelalaian mereka yang tertipu oleh dunia, lihatlah kakek tua itu!!! Dengan ditemani kerlipan damar di sela-sela gubuk tuanya, ia menemui Alloh, ia sujud di hadapan-Nya, memohon ampunan atas dosa-dosa yang ia perbuat selama hidunya. Sungguh, alunan doa yang diiringi merdunya suara-suara jangkrik, suasana yang benar-benar harmoni. SubhanallohJ__-stoppp!!! Bukan cerita fiksi ini yang harusnya kau buat. —
***
Oke, kenalkan, aku Aeni Syaqra’. Benar, lembaran baru di tahun 2012 telah dibuka. Orang-orang menyambutnya dengan berbagai cara, salah satunya seperti cerita yang dilakukan kakek tua di atas. Orang-orang pun berlomba-lomba menyiapkan agenda-agenda atau harapan-harapannya di tahun ini. Resolusi, bahasa kerennya yang kudengar di acara-acara gossip-nya para artis, hhee. Yahh…aku pun artis lohh, cuma belum ke-publish ajja. Ngarang!! Weisss…beneran, aku ini artis kehidupan. HhhaaaaJJJ
Orang lain punya resolusi, aku pun punya. Memang rada telat sih. Baca baik-baik yah, kawan?!!
Dulu, aku orangnya tak pernah ambil pusing soal waktu, makanya kakiku sudah sampai di pintu masuk 2012 dengan perasaan yang begitu cepat. Aku tak sadar, mungkin aku terlena di dunia ini. Tahun-tahun sebelumnya, begitu banyak warna dalam hari-hariku, hitam, putih, kelabu, jingga, semuanya ada. Canda, tawa, bingung, tangis, luka, senyum, bahagia, terpesona, berpadu dalam selimut hidupku yang lalu. Mungkin aku pun pernah melukai orang-orang di sekelilingku. O owww…
Dulu, aku pernah gagal membina persahabatan di masa SMA, tahun lalu, 2011, sahabat yang kukagumi, sudah benar-benar pergi dari kehidupanku. Dulu, saat kelas 12, aku pernah nge-drop karena prestasiku yang terus menurun, anjlok, jauh dari apa yang aku harapkan. Dulu aku sering menyalahkan diri sendiri, diriku yang sensitif lah, egois lah, heuhhhh…tak bisa dipungkiri, aku adalah seorang yang begitu perasa, sampai akhirnya aku sadar, menyalahkan diri sendiri hanya akan melukai hatiku, membawaku dalam keterpurukan.
Yahh…inilah ceritaku. Berawal dari sikap selalu menyalahkan diri sendiri, orang menjauhiku tanpa kutahu siapa kah yang sebenarnya bermasalah, apakah penyebabnya, aku pasti akan menyalahkan diriku, terkadang kata-kata makian berlarian di hati dan otak, berteriak menyalahkan diri ini. Satu masalah yang bagi sebagian orang adalah hal kecil, sepele, bagiku tidak. Satu masalah, sepele ataupun tidak, masalah itu akan berbuntut ke masalah lain. Kini aku berpikir, mungkin hal itulah yang membuat akademikku pun tersambar masalah sebelumnya. Nafsu belajarku tak menentu, aku hanya disibukkan dengan masalah-masalah kecil yang kujadikan besar.
Kini aku menyandang gelar baru, mahasiswa, weiissssss…sebenarnya aku masih malu disebut seorang mahasiswa. Lah ya wong mahasiswa kok ya pikiran dan sikapnya belum dewasa. Hhhaaa…
Sip!!! Boleh dehh, kalau DULU aku gini, gitu, nilai-nilaiku di sekolah jeblok, sering nyalahin diri sendiri, dan hal-hal lain dengan seabrek-abrek embel-embel negatif, ngikutin hari-hariku, tetapi SEKARANG, ga akan aku izinin tuh sifat-sifat hadir lagi di kehidupanku. Oooooohh…terima kasih Alloh, semoga dengan sifat-sifat itu, aku jadi tahu, mana yang sebenarnya akan membuat hidupku lebih bermakna dan bahagia, aku lebih mengenal sejatinya diri ini. Aku pun teringat kata-kata pementorku di kampus, “Jika kau sedih, galau, itu pertanda bahwa dunia dan akhiratmu tak seimbang.” Astaghfirulloh…mungkin selama ini aku sering melupakan-Nya, melanggar perintah dan larangan-Nya, dan bahkan mungkin, keikhlasanku dalam menjalankan peranku di dunia, tipis.
Jadi, resolusiku dari tahun ini, 2012, aku akan selalu menjaga perasanku dan perasaan orang-orang di sekelilingku, tak ada lagi kata untuk menyalahkan diri sendiri(kudu bisa nempatin emosi), ikhlas, dan menyeimbangkan antara dunia dan akhiratku. Garis-garis besar yang akan memudahkan langakahku meniti tangga-tangga kehidupan. Jalanku tuk menggapai bintang dan meraih keridloan-Nya. Aamiin…
Aku yakin, dulu aku pernah pintar dan akan selalu pintar. Keep moving forward!!! FIGHTING!!! FIGHTING!!!
Oke, kawan…semoga resolusi yang kurangkum menjadi empat garis besar senatiasa menghiasi hariku.
Sukses buat kitaJJJ





8.11 am, 11 Januari 2011
@myhome
---AENI SYAQRA’---

Sistem Ekonomi Syariah , (Author: Abdullah Syahid)

Terbukti sudah lemahnya ideologi manusia. Salah satu buktinya adalah bobroknya sistem perekonomian dunia buatan manusia. Berada dalam naungan Kapitalisme, para buruh kerap kali mengadakan demonstrasi kepada pemerintahan, agar sistem kontrak kerja yang diberlakukan perusahaan dihapus.
Di lain waktu para karyawan menuntut kenaikan gaji. Di saat lain para pekerja menodong janji THR yang belum dibayarkan.
Pemegang kapital, yaitu pemilik perusahaan hanya sibuk menumpuk dan menambah modal mereka tanpa memperhatikan kesejahteraan para karyawan yang telah menopang kelangsungan produktifitas perusahaan ataupun kemakmuran masyarakat di sekitar perusahaan itu didirikan.
Setelah itu lahirlah gerakan Antikapitalisme. Namun, para kapitalis tetap berkuasa di atas jerih payah tenaga pekerja-pekerja mereka. Apalagi dengan sokongan sistem ekonomi kapitalis yang telah menggurita di dunia, perbedaan antar pengusaha dan buruh tampak nyata. Kaum konglomerat semakin kaya dengan tumpukan harta yang terus berbunga, sedangkan kaum proletar makin terpuruk dalam lilitan hutang yang beranak pinak.
Salah satu usaha protes terhadap sistem masyarakat kapitalis pernah dilakukan negara tirai besi, Uni Sovyet. Pemerintah negara Uni Sovyet mencoba menerapkan sistem ekonomi sosialis yang dicetuskan Karl Marx dalam kitabnya, Das Kapital.
Pemerintah mengusahakan pemerataan ekonomi penduduk dengan menguasai dan mengontrol semua sumber daya alam, industri-industri penting, perbankan, dan sarana publik. Tujuan akhir dari sistem ini adalah, kesejahteraan yang merata dalam masyarakat tanpa ada hirarki kelas sosial.
Namun, sebelum cita-cita tersebut tercapai, sistem sosialis runtuh karena perselisihan antar pimpinan dan korupsi di dalam tubuh pemerintah itu sendiri. Dengan kata lain, sistem ekonomi sosialis tidak berhasil memeratakan kesejahteraan rakyat namun malah memperpuruk rakyat ke dalam kemiskinan karena dominasi pemerintah membuat roda perekonomian tidak berkembang.
Lantas, perekonomian yang bagaimanakah yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat tanpa harus ada dominasi dari satu pihak tertentu?
Adam Smith, penggagas sistem ekonomi kapitalis, menyisipkan catatan bahwa dunia yang paling baik adalah dunia tanpa “bunga”. Dalam bukunya, The Wealth of Nation, dia mengakui adanya sistem ekonomi yang sukses membawa masyarakat pada kemakmuran, yaitu perekonomian di era masyarakat madani pada abad ke 6 M silam.
Prinsip kemitraan, saling percaya, jujur, dan tanpa membungakan modal adalah penyangga utama suksesnya roda perekonomian di masa kepemimpinan Rasulullah SAW dan para Khulafaur Rasyidin di Kota Madina. Dengan menggali kembali kearifan di abad yang telah lampau, umat islam seluruh dunia berusaha mengadopsi kembali sistem perekonomian yang sesuai syariat Islam.
Dengan dinar dan dirham, generasi terdahulu (As-Sabiqunal Awwalun) membangun sistem perekonomian yang seimbang dan dinamis.
Referensi : penulislpas.com dan berbagai sumber


Suratku Untukmu Hai Kau yang Berdasi

Slalu saja kurindu
Negeriku yang damai
Negeriku yang permai
Negeri berharmoni keadilan
Aku mau berbuat sesuatu, tapi entah apa

‘Kumencoba merangkai kata penuh teka-teki
Bukan 'tuk mencaci ataupun memaki
Juga bukan untuk mencari sebuah sensasi

Ingin ‘kukirim 'tuk para petinggi negeri ini
Kepada Pak Presiden, Pak Menteri, Pak Polisi
Atau siapa sajalah sebutannya

Kepada mereka para tikus berdasi
Yang selalu mementingkan ambisi diri
Yang selalu mempermainkan ideologi negeri
Yang tega membodohi rakyatnya sendiri

Merekalah pengkhianat bergengsi
Diantar dijemput dengan mobil mersi
Merekalah penoda karakter negeri
Merekalah yang menukar nyawa dengan janji
Janji tanpa bukti...

Dadaku sesak, hatiku perih, rasaku sedih
Jiwaku lara, mataku sayu, telingaku ngilu
Menyaksikan kawanku berdendang tiap pagi
Membawakan satu lagu ke lagu
Mengenakan pakaian yang itu-itu selalu
Memberiku sepiring sarapan pilu

Ringkih tubuhnya penuh tato
Kucel badannya dan berbau

Wahai para tikus berdasi!!!
Lihatlah anak bangsamu ini
Lihatlah kami!!!

Inilah jeritan hati kami
Inilah tangisan darah kami
Inilah rongrongan jiwa kami
Inilah kami,
Anak bangsa,
Korban konspirasi...        

Bandung, 21 Januari 2011
     @asramaalcent_06.25 PM
_Eni Nuraeni_XII Ipa 2

Monday, February 13, 2012

Air Mendidih

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan
mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana
menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya
setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan
menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh
wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di
panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam
dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah.
Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di
mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi"
jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel
itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu
memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia
mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk
mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.
Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa
ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing
menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus,
wortel menjadi lembut dan lunak.
Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa
cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air,
bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya.
"Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu
wortel, telur atau kopi?"
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi
dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan
kehilangan kekuatanmu.
Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang
dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan
menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit
dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?
Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang
menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat
Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu
seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi
semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.
menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Kakek dan Aluminium

Siapa kah mereka??!!...Ayoo kita cari tauuu!!!
Suatu ketika, seorang remaja pria berwajah imutz (katanya sih temen2 skulnya, manggil dia Ci Minhoo) mendatangi sebuah kios matrial “Bang Ali ganteng intlek”.
“Kek, saya mau beli aluminium, ada ga??
“Wahh, bocah ingusan kayak kamu emangnya punya duit?? Aluminium itu mahal.”
“Mahal??!” kenapa gitu Kek?”
“Karena mineral yang dapat diolah menjadi aluminium jumlahnya sedikit, sifatnya pun sulit direduksi. Apalagi zaman sekarang, persediaan SDA udah menipis.”

“Emangnya mineral yang diolah jadi aluminium itu apa, Kek?”
“Mineral yang banyak diolah menjadi aluminium adalah bauksit (Al2O3.nH2O) sebagai satu-satunya bijih yang dijadikan sumber aluminium, kriolit (Na3AlF6) yang digunakan saat proses peleburan aluminium, dan kaolin (tanah liat) nahh…ini nih yang sering dijadiin batu bata, genting, ‘n laen2.”
“Kek, sebutin cirri-ciri aluminium yang lain donk!! Ada tugas nihh…”
“Anak siapa sih kamu?? Nyuruh-nyuruh…tapi ya weslah, dengerin yah bocah! Aluminium itu:
1.     Ringan (massa jenis 2,7 g/cm3)
2.    Keras
3.    Mengkilap
4.    Tidak beracun
5.    Mudah ditempa
6.    Tahan terhadap korosi (bahasa gaulnya mah… tak karatan)
7.    Mudah bereaksi, sehingga tidak terdapat dalam bentuk unsur bebas    di alam.
“Bentuk bebasnya tidak ada di alam…kalau begitu, unsur aluminium ada di mana?”
“Unsur aluminium terdapat pada kulit bumi dalam bentuk senyawa oksida, seperti bauksit dan tanah liat.”

Suasana hening sejenak, Ci Minhoo manggut-manggut dengan serius, sedangkan si kakek senyum-senyum manis gitu dehhh…tiba-tiba…satu..dua..tiga..
“Kakek professor??”
“Loh..loh..loh..kok pertanyaannya jadi salah alamat gini?? sudah, mau kakek ceritain lagi tentang aluminium ga?”

“Kamu tau, aluminium buanyak banget digunakan untuk alat-alat rumah tangga, kemasan makanan, kabel listrik, setrika , bahan bangunan, mata uang, komponen mobil , komponen motor .”

“Aluminium juga digunakan untuk membuat paduan logam (aliase), misalnya magnalium (terdiri atas 90% Al dan 10% Mg) untuk pesawat terbang .”

“Ya udah, sampe sini dulu. Lain kali kalau mau beli alat-alat matrial ke sini lagi yah Bocah! Mau beli apa jadinya?”

“Hehehehhh…”
Sambil melangkah mundur, lalu ngacir…dan berteriak: “Aku kagak jadi beli Kek…!!! Hatur nuhun elmunya?!! Aku bakal kembali lagi kok…!!”
Bye…

“Mau tahu apa yang kan terjadi selanjutnya??”
“Tunggu postingan selanjutnya yahh!!”

Ilmu yg b’manfaat akan senantiasa menerangi hidup!!!