Wednesday, October 23, 2013


Apakah sebuah kesalahan jika saya apatis terhadap kontribusi ini? Apakah sebuah cela jika saya ‘tak nyaman’ terhadap sistem seperti ini??? Sistem yang selama ini saya cari2 pembenarannya yang mungkin dapat mengubah frame awal saya terhadap politik. Tiga (3) tahun saya mencarinya, berharap penilaian saya salah. Harapan ini kabur, melayang, lenyap dalam diskusi, pemahaman, dan buku yang saya runut kata demi katanya dengan seksama. Ayal, tak ada pembenaran terhadap harapan ini.
Pencarianku berujung di sini. Bukan niat untuk apatis, bukan pula niat untuk menutup mata dan hati. Inilah prinsip saya, inilah jawaban atas aksi yang saya berikan.
Jangan hanya karena perbedaan prinsip kita pecah
Jangan hanya karena perbedaan prinsip kita tak ada sapa.
Doaku menyertaimu, selalu…kawan. :D

Monday, September 30, 2013

Ini Bukan Norak, Ini Bukan Udik, Ini Da'wah!!!



Sabtu, 21 September 2013, kedua telapak kakiku kembali menapak di tanah Jakarta. Kini giliran Jakarta ‘Elit’ aku jambangi. Sungguh takjub ketika deretan gedung-gedung tinggi memantulkan cahaya hijau pada kedua bola mata. Rasa bangga pada Indonesia kembali menghangat dalam hati, berita-berita kesemrawutan ibukota tak terlintas sama sekali dalam benak ini. Semuanya indah.

"Tentu saja, karena ini kan kawasan elit; deretan gedung itu adalah gedung-gedung kementerian RI, kedutaan besar, hotel-hotel bertaraf internasional, makanya ga crowded." tukas kawanku, Kurnia.

Well...yang penting hari ini aku meni'mati apa yang sedang terjadi. hhee

Fourseasons Hotel adalah tujuan kami (aku, Kurnia, Icha, t'Icha, Zeky, Yudi, k'Halim, Satria, k'Kiki, k'Wahyu, t'Anin, Khalida, Sukma, dll.) ke Jakarta untuk menghadiri Open Day University of North South Wales (UNSW) Australia. #bigSyukur

Ini adalah kali pertama aku berada di hotel bintang 5. Ada kebanggaan tersendiri.

Udara luar siang itu membuat tubuh merasa gerah #Jakarta gitu..panas. Rombongan kami berjajar memasuki hotel, wihhh…pas masuk hotel, ni’mat sekali. Ternyata di dalam telah banyak orang yang sama-sama akan menghadiri OD UNSW ini, sebagian besar dari mereka adalah yang berwajah chineses, ada yang datang sendiri, ada pula yang bersama orang tuanya. Mereka begitu antusianya mengunjungi satu stand ke stand lain, dan itu dilakukan dengan native speakers. Kereenn.. #Bikin diri pengen jadi ortu lebih dari itu. Aamiin.

-   Well, cerita klimaksnya ada di soal perut –
Mungkin untuk mereka2, datang ke acara ini adalah untuk memperdalam tentang UNSW. Bagiku dan beberapa yg lain, ga hanya itu: “Ini adalah moment kita untuk FREE, free transport, FREE MAKAN, free poto2. Hhaaa

Go ke sesi makan…
“Ooo…standing party tuh gini yak?” Di tempat makannya ga ada kursi sama sekali, miris, sedih L
Kak Kiki: “Yuk bikin lingkaran, kita duduk!” Semoga ini adalah bentuk da’wah.

Beberapa orang melirik, memberikan signal “aneh”…mungkin ada yg bangga, bilang norak, udik. Nevermind, kawans…INI DA’WAH!!!

--- dari Qotadah dari Anas, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri. Qotadah lantas bertanya kepada Anas, “Bagaimana dgn makan sambil berdiri?” “Itu lebih jelek & lebih kotor” kata Anas. (HR. Muslim no. 2024) ---


Sunday, May 5, 2013

Ritme


Penilaianku, hidup itu tak cukup diumpamakan sebagai roda, hidup itu pun adalah sebuah ritme. Ritme lagu yang tercetak dalam tangga nada, kadangkala ia naik dan ada saatnya ia pun turun, tapi…naik turunnya nada, bagiku itu tetap indah.

Kaitannya dengan kehidupan, semua orang pasti tahu dan sadar bahwa kehidupannya tak selamanya berjalan datar, dia kan menemui tanjakan dan turunan…karena hidup itu dinamis, kehidupan itu ritme. Ritme lagu terkadang membuat hati tenang, membara, bergejolak„yang pada dasarnya ritme lagu itu tetaplah indah. Begitupun dengan hidup, jika kita senantiasa bersyukur, entah posisi kita di bawah, tengah, atas, jungkir-balik…rasa syukur yang tertanam dalam hati kan membuat hidup tetap indah.

Mari bersyukur atas kehidupan yang diberikan ALLOH! :D

image