Sunday, May 6, 2012

Subhanalloh-- SIFAT FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI TANAH --> peran MIKROORGANISME --


PENDAHULUAN
Tanah merupakan kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang merupakan media untuk tumbuhnya tanaman, terdiri atas tiga fase, yaitu bahan padat, cair, dan gas. Fase padatan hampir menempati 50% volume tanah (45% bahan mineral dan 5% bahan organik). Selebihnya ditempati oleh ruang pori. Fase cairan menempati 25% volume tanah dan 25% lagi ditempati oleh fase gas.
SIFAT-SIFAT FISIK TANAH
Sifat fisik tanah merupakan sifat tanah yang dapat diamati dan dipelajari di lapang. Sifat fisik tanah mempunyai banyak kemungkinan untuk dapat digunakan sesuai dengan kemampuan yang dibebankan kepadanya. Kemampuan untuk menjadi lebih keras dan menyangga kapasitas drainase, menyimpan air, plastisitas, mudah ditembus akar, aerase. Sifat fisik tanah terdiri atas:
*      Tekstur tanah
Tanah terdiri atas butir-butir tanah yang mempunyai ukuran berbeda-beda. Ada yang berukuran lebih dari 2 mm sampai lebih kecil dari pedon. Bahan tanah yang lebih halus (< 2 mm) disebut fraksi tanah halus (fine earth fraction) dan dapat dibedakan menjadi:
-          Pasir  : 2 mm – 50 µ
-          Debu : 50 µ ­- 2 µ
-          Liat   : kurang dari 2 µ
Tekstur tanah menunjukkan kasar atau halusnya suatu tanah. Teristimewatekstur merupakan perbandingan relatif pasir, debu dan liat atau kelompok partikeldengan ukuran lebih kecil dari kerikil. Tekstur tanah sering berhubungan dengan permeabilitas, daya tahan memegang air, aerase dan kapasitas tukar kation serta kesuburan tanah.
Klasifikasi Tekstur
·         Berdasarkan ukuran
o    kasar
o    sedang
o    halus
·         Berdasarkan kelengketan/ kemudahan diolah
o    berat
o    sedang
o    ringan
·         Berdasarkan komposisi
http://4.bp.blogspot.com/_DU5jIMcRxNs/Sn1qgzjRj2I/AAAAAAAAABY/E_MtPCa9fGk/s320/segitiga+tekstur.JPG

*      Warna tanah
Warna tanah merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Pada umumnya, kandungan bahan organik merupakan penyebab terjadinya perbedaan warana permukaan tanah. Semakin tinggi kandungan bahan organik, warna tanah semakin gelap.

Di lapisan tanah yang kandungan bahan organiknya rendah, warna tanah banyak dipengaruhi oleh bentuk dan senyawa Fe yang didapat. Daerah yang berdrainase buruk, yaitu daerah yang selalu tergenang air, seluruh tanah berwarna abu-abu karena senyawa Fe dalam keadaan reduksi. Sedangkan di daerah yang tidak tergenag air, drainasenya baik karena senyawa Fe dalam kondisi oksidasi. Bila kondisi tanah terkadang basah dan kering, selain warna abu-abu didapat pula bercak-bercak karatan merah atu kuning.

*      Struktur tanah
Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah. Gumpalan tersebut terjadi karena butir-butir pasir, debu, dan liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik, oksida-oksida besi, dll. Gumpalan kecil tersebut mempunyai bentuk, ukuran, dan kemantapan yang berbeda. Menurut bentuknya, struktur dapat dibedakan menjadi: bentuk lempeng, prisma, tiang,gumpal bersudut, gumpal membulat, granuler, dan remah.

Daerah dengan curah hujan yang tinggi, struktur tanah ditemukan dalam bentuk remah atau granuler di permukaan dan gumpal di horizon bawah. Di daerah kering ditemukan tanah dengan struktur tiang atau prisma di bagian bawah. 
*      Konsistensi
Konsistensi tanah menunjukkan kekuatan daya kohesi butir-butir tanah atau daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain, disesuaikan dengan keadaan tanah (lembab, basah, atau kering). Ditunjukkan dengan daya tahan tanah terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. Gaya-gaya tersebut misalnya pencangkulan dan pembajakkan.

SIFAT KIMIA TANAH
Semua perietiwa yang bersifat kimia yang terjadi pada tanah baik di permukaan ataupun di dalamnya.

Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, antara lain:
a.       Sinar matahari
b.      Suhu
c.       Udara
d.      Air
e.       Unsure hara dalam tanah
Peranan tanah di sini sebagai perantara penyediaan faktor-faktor tersebut, kecuali kebutuhan sinar matahari.

*      Reaksi tanah (pH tanah)
Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH.
pH rendah à kemasaman tinggi
-          Basa--basa rendah, serapan basa terganggu
-          Keracunan Al (akar memendek, membengkak, tumbuh kalus)
-          Fiksasi P, keracunan H, keracunan Fe, Mn, Zn, Cu, Co
-          Defisiensi (kekurangan / kekahatan) B, Mo
-          Kehidupan mikroorganisme terhambat (bakteri fiksasi N, bakteri nitrifikasi)
pH tinggi à kealkalian tinggi
-          Fiksasi P, Ca, keracunan B, Mo
-          Kadar garam tinggi, kadar Na tinggi
^^Pentingnya pH Tanah^^
a.         Menentukan mudah tidaknya unsure hara diserap tanaman
Umumnya unsure hara mudah diserap akar tanaman pada pH tanah sekitar netral karena pada pH tersebut unsure hara mudah larut dalam air.
b.        Menunjukkan kemungkinan adanya unsure-unsur beracun
c.         Mempengaruhi perkembangan mikroorganisme













PEMBAHASAN

Tanah dihuni oleh bermacam-macam mikroorganisme. Jumlah tiap grup mikroorganisme sangat bervariasi, ada yang terdiri atas beberapa individu, akan tetapi ada pula yang jumlahnya mencapai jutaan per gram tanah. Mikroorganisme tanah itu sendirilah yang bertanggung jawab atas pelapukan bahan organik dan pendauran unsur hara. Dengandemikian mereka mempunyai pengaruh terhadap sifat fisik dan kimia tanah (Anas 1989).

Bahan organik adalah kumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa anorganik hasil mineralisasi dan termasuk juga mikrobia heterotrofik dan ototrofik yang terlibat dan berada didalamnya.

Dalam tanah hidup berbagi macam organisme, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, dibedakan menjadi jenis hewan dan tumbuhan, baik berukuran mikro ataupun makro.
Mikrofauna
Mikrofauna tanah yang terpenting adalah:
-          Protozoa
Protozoa merupakan organism uniseluler pemakan bakteri sehingga yang menghambat berbagai proses dalam tanah yang melibatkan bakteri, contohnya, daur ulang unsure-unsur hara terhambat oleh adanya protozoa.

-          Nematoda
Merupakan cacing yang berukuran sangat kecil, hanya terlihat dengan mikroskop. Asal katanya, nema berarti benang, tidak berbuku-buku. Berdasarkan jenis makanannya, nematode dibedakan menjadi:
Omnivorous makan sisa bahan organic; Predaceous makan hewan-hewan tanah; Parasitik merusak akar tanaman.
Mikroflaura
-          Bakteri
Adanya oksidasi ammonia, nitrit; S, Fe, Mn, H, dan CO, bakteri chemoautotroph mendapatkan energy. Oksidasi tersebut mengubah senyawa-senyawa kurang bermanfaat menjadi senyawa-senyawa yang lebih bermanfaat dan lebih mudah diserap akar tanaman, seperti nitrit menjadi nitrat. Terkadang oksidasi dapat mengubah bentuk senyawa beracun menjadi tidak berbahaya, seperti CO menjadi CO2.

-          Fungi
Fungi penting dalam tanah karena berperan dalam penghancuran selulosa dan lignin di samping aktif juga dalam penghancuran bahan mudah hancur seperti gula, pati, dan protein.
-          Mikoriza
Adalah asosiasi simbioti mycelia fungi dengan akar tanaman tertentu. Berperan dalam membantu tanaman induk menyerap unsure hara tertentu. Terdiri atas mikoriza ectotrophic yang membantu akar tanaman meningkatkan penyerapan unsure hara dengan meningkatkan luas permukaan akar, dan mikoriza endotrophic yang dapat meningkatkan penyerapan Zn pada pembibitan peach (sejenis buah-buahan). – percobaan di California—
-          Actinomycetes
Fungsi Actinomycetes dalam tanah adalah dalam dekomposisi bahan organik terutama selulosa dan jenis bahan organik lainnya yang resisten, selain itu Actinomycetes juga dapat memproduksi antibiotic
-          Algae
Pada tanaman padai sawah yang tergenang, algae membantu mempertahankan jumlah N dalam tanah dengan menggunakan N dari udara.





Selanjutnya Anas (1989), menyatakan bahwa jumlah total mikroorganisme yang terdapatdidalam tanah digunakan sebagai indeks kesuburan tanah (fertility indeks), tanpa mempertimbangkan hal-hal lain. Tanah yang subur mengandung sejumlah mikroorganisme, populasi yang tinggi ini menggambarkan adanya suplai makanan atau energi yang cukup ditambah lagi dengan temperatur yang sesuai, ketersediaan air yang cukup, kondisi ekologi lain yang mendukung perkembangan mikroorganisme pada tanah tersebut.

Jumlah mikroorganisme sangat berguna dalam menentukan tempat organisme dalamhubungannya dengan sistem perakaran, sisa bahan organik dan kedalaman profil tanah.Data ini juga berguna dalam membandingkan keragaman iklim dan pengelolaan tanah terhadap aktivitas organisme di dalam tanah.



















DAFTAR PUSTAKA

Hardjowigeno, Sarwono. 2007. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo: Jakarta
Wahyusoil. Tekstur Tanah. Diakses pada tanggal 6 Mei 2012 di: http://www.scribd.com/doc/13853880/TEKSTUR-TANAH
Andre. 2009. Sifat Kimia Tanah. Diakses pada tanggal 6 Mei 2012 di: http://www.scribd.com/idatacenter/d/54110657-4-Sifat-Sifat-Kimia-Tanah
Marpaung, Boy. 2009. Sifat Biologi Tanah. Diakses pada tanggal 6 Mei 2012 di: http://boymarpaung.wordpress.com/2009/02/19/sifat-biologi-tanah/











 

No comments:

Post a Comment